numpang iklan dsini

Selasa, 01 November 2011

tambang minyak di tambun bekasi,

Rencana pengembangan sumur minyak PT Pertamina di blok Tambun, Kabupaten Bekasi, belum berizin analisis dampak lingkungan (amdal). Pengembangan ini rencananya akan dilakukan pada 23 titik di Lapangan Tambun yang meliputi dua kecamatan, yakni Kecamatan Babelan dan Tarumajaya.

Kabid Sumber Daya Alam, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Kusmawan, mengatakan, hingga kini PT Pertamina masih dalam tahap melakukan survei untuk mengetahui data awal tentang kandungan minyak di bawah permukaan. Pengeboran, menurutnya, belum bisa dilakukan karena amdal belum selesai. ''Untuk pelaksanaan pengeboran harus ada amdal,'' katanya di Bekasi, kemarin.

Masalahnya, izin amdal tidak akan keluar jika lokasinya tidak sesuai dengan peruntukannya. Peruntukan wilayah tersebut sudah diatur dalam Perpres No 54/2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jabodetabek. Hal ini juga ditegaskan oleh Asisten Daerah II Kabupaten Bekasi, Ari Muharman. Ia mengatakan, wilayah yang akan dibor itu masuk ke dalam kawasan budi daya, zona B2, yakni zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan sedang dan tingkat pelayanan sarana dan prasarana sedang.

Artinya, pemanfaatan ruang zona B2 diarahkan untuk perumahan hunian sedang, perdagangan dan jasa, industri padat tenaga kerja, serta diupayakan berfungsi sebagai daerah resapan air. ''Wilayah itu tidak boleh dieksplorasi,'' katanya. Ia menambahkan, jika pengembangan tetap akan dilakukan di wilayah itu, harus ada perubahan dalam perpres.

Sebelumnya, kata Ari, di wilayah itu juga sudah ada beberapa sumur minyak Pertamina. Hal inilah yang kemudian menjadi kendala bagi pengembangan selanjutnya. ''Peraturan ini keluar setelah Pertamina telanjur membuat beberapa sumur di sana,'' katanya. Ari menambahkan, sebenarnya 23 titik yang sedang disurvei ini akan bertambah menjadi 38 titik. Namun, kendala perpres ini mempersulit proses selanjutnya.

Menanggapi hal ini M Harun, manajer humas PT Pertamina EP, menjelaskan, pihaknya masih melakukan pengurusan izin dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Menurutnya, peningkatan jumlah target yang dipasang oleh Pertamina membuat pengembangan terdesak untuk dilakukan. Sebenarnya, kata Harun, lapangan Tambun sudah mempunyai amdal. Namun, karena ada peningkatan produksi dan rencana pengembangan, harus ada pembaharuan amdal. ''Kendalanya memang perpres tersebut,'' katanya.

bantar gebang akan disulap menjadi taman rekreasi, haha keren

Keinginan kuat itu setapat demi setapak mulai diwujudkan. Gundukan sampah yang menggunung, sedikit demi sedikit seperti disulap menjadi bukit yang hijau dengan pohon dan rumput sebagai alasnya. Sungguh sulit dipercaya. Tapi itulah sedikit kenyataan yang mulai tampak di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bantar Gebang di Bekasi.

Setiap hari, ratusan truk pengangkut sampah memang masih hilir mudik. Puluhan alat berat pun terus-menerus bekerja mengeruk dan menimbun sampah hingga membentuk gunungan di areal seluas 18 hektare itu. ''Tadinya sampah ini dipandang sebelah mata, tempat berkumpulnya kuman penyakit, tempat berhimpunnya berbagai macam bau, sekaligus mengganggu saluran perairan. Kini di Bantar Gebang kita melihat tumpukan sampah yang membukit itu menjadi hijau,'' ujar Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta, kagum.

Siang itu, Hatta baru saja meninjau TPA Bantar Gebang. Dia semula menduga bukit itu telah ada sebelum ada TPA. Namun setelah dijelaskan, barulah disadari perbukitan yang terlihat hijau itu berasal dari gundukan sampah yang telah disusun rapi dengan alat berat dan selanjutnya dengan sistim sanitary landfill seperti disulap menjadi hijau. ''Tumbuhan sampah telah tertutup tumbuhan pionir, apalagi dibawahnya dibikin tempat bunga. Sungguh ini sesuatu yang sangat membanggakan, dari tempat jorok menjadi tempat yang enak dipandang mata,'' pujinya lagi.

Di tempat gundukan sampah yang kini sudah ditumbuhi rumput tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai lokasi makanan ternak. Menteri mempersilahkan masyarakat memanfaatkan rumput tersebut namun tidak dibenarkan merusaknya. ''Mari kita doakan agar Wali Kota akan tetap berkomitmen terhadap lingkungan. Bagi pemimpin yang suka sejahterakan masyarakatnya, Insya Allah hidupnya akan sejahtera aman dan damai,'' ujar Hatta.

Sebagai wujud dukungannya, Menteri siap membawa tamunya yang berasal dari luar negeri ke tempat pembuangan sampah terpadu Bantar Gebang dan Sumur Batu di Kota Bekasi. Ia ingin orang asing bisa belajar tentang pengolahan sampah di Indonesia dengan meninjau ke TPA itu. ''Dalam hal pengelolaan sampah menjadi pupuk kompos, energi listrik, serta penyerapan gas metan yang kalau dibiarkan menambah emisi gas rumah kaca dan apa yang dilakukan di Bantar Gebang dan Sumur Batu patut dibanggakan dan dijadikan contoh,'' jelasnya.

Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad, berkeinginan agar TPA Bantar Gebang bisa menjadi sarana rekreasi alternatif bagi warganya. Menurutnya, TPA itu sudah dikelola dengan sistim moderen dan diusahakan jauh dari kesan jorok, kumuh, dan busuk. ''Kalau sebelumnya orang tidak tahan berlama-lama disini. Sekarang tidak ada lagi bau menyengat yang ditimbulkan sampah meski sehari-hari ribuan ton sampah dari DKI masuk ke TPST tersebut,'' ujarnya.

Untuk menghijaukan Bantar Gebang, telah dilaksanakan program penanaman 100 ribu pohon di tumpukan sampah yang menyerupai perbukitan serta disela-sela pembatas tebing sampah. Kegiatan pencanangan penanaman sudah dilakukan Mentri Kehutanan, Zulkifli Hasan, beberapa waktu lalu diikuti unsur muspida, mahasiswa, organisasi masyarakat, organisasi pemuda, LSM, dan pegiat lingkungan.

Di tempat pembuangan sampah tersebut, lanjut Walikota, juga telah dibangun tempat pembibitan pohon, mulai kayu seperti sengon, meranti, jati, hingga tanaman buah. ''Sekarang ada ratusan ribu pohon siap tanam yang segera menghijaukan kawasan Bantar Gebang. Bila penanaman pohon terealisir maka akan mampu menurunkan suhu udara di Bantar Gebang dan yang terpenting daerah itu menjadi hijau serta berperan dalam menurunkan pemanasan global,'' harapnya.

Dari sampah menjadi energi listrik, bekasi sangat inofative, haha


Sampah Bantar Gebang Bakal Hasilkan Listrik
 Bukit-bukit sampah di TPA Bantar Gebang menyimpan beragam potensi. Selama ini, timbunan sampah itu dikeluhkan menghasilkan bau dan mencemari lingkungan. Berton-ton sampah itu akan dikelola sehingga menghasilkan listrik.

Itu diungkapkan Bern Harald Bakken, Manajer Humas PT Navigat Organic Energy Indonesia, ketika menerima kunjungan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad dan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna, Sabtu pagi di Kantor Pengelola TPA Bantar Gebang, Bekasi.
Menurut Bern, energi listrik itu bakal dihasilkan dari pengolahan gas metana, gas busuk yang dihasilkan oleh timbunan sampah. Gas itu menjadi pengganti bahan bakar minyak atau batu bara untuk menggerakkan turbin.
TPA Bantar Gebang diproyeksikan dapat menghasilkan 26 megawatt listrik. Pembangunan fasilitas industrialisasi di TPA Bantar Gebang, menurut Eko, direncanakan dimulai 25 Februari. Pemancangan tiang pabrik direncanakan akan dihadiri Menteri KLH, Gubernur DKI Jakarta, dan Wali Kota Bekasi.
Dengan industrialisasi TPA Bantar Gebang, sampah tidak hanya menghasilkan gas, tetapi juga akan diolah menjadi kompos dan daur ulang. TPA Bantar Gebang kini dikelola PT Godang Tua Jaya. so bekasi itu kota kebanggaan gw

Senin, 31 Oktober 2011

Jusuf Kalla dan Rahmat Effendi Resmikan Masjid 45,8 M Setinggi 160 Meter di Kota Bekasi

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla melakukan kunjungan ke Kota Bekasi hari ini dan menyempatkan peresmian pemasangan tiang pancang pembangunan Masjid Nurul Islam Bekasi di Islamic Centre Kota Bekasi. Masjid yang terletak di Jantungnya Kota Bekasi akan menjadi Icon  Kota Bekasi yang dilengkapi menara kembar setinggi 160 Meter.
Sementara itu, Plt Walikota Bekasi Rahmat Effendi yang ikut datang menyambut baik pembangunan masjid tersebut. Menurutnya, masjid itu nantinya dapat menjadi kebanggaan warga Kota Bekasi setelah Masjid Agung Al-Barkah.
Masji memiliki areal kurang lebih 5.000 m2 dengan daya tampung 3.500 Jama’ah. Masjid ini rencananya dibangun 3 lantai. Lantai dasar digunakan untuk fasilitas pelayanan perkantoran, kesehatan, koperasi, komersial dan tempat wudhu. Sementara untuk lantai dua dan tiga, sepenuhnya diperuntukkan untuk sholat bejama’ah.
Abid menambahkan, total biaya yang dibutuhkan Rp. 45,8 milyar, dan pembangunannya ditargetkan selesai lima tahun, ujarnya.


di bekasi akan dibangun stadion berkapasitas 3000 orang, hahaha keren

       Dinas pembanguan dan pemadam kebakaran kota Bekasi mulai menggulirkan program  renovasi Stadion Patriot dengan  menggelar rapat koordinasi dengan  warga sekitar dan pihak kepolisian, di kantor Koni Kota Bekasi.      

         Di rencanakan pembangunan  stadion berkapasitas 3000 tempat duduk akan dilaksanakan  Oktober 2011, yang dimulai dengan  pemancangan tiang fondasi, kata Kepala Bidang Perencanaan Dinas bangunan dan Kebakaran Kota Bekasi, Hikmatullah, Jum’at ( 23/9).
Dikatakan,  pemancangan tiang fondasi merupakan bagian dari tahap pertama renovasi yang akan dilaksanakan tahun ini. Sebelumnya sudah dibuat Detail Engineering Design (DED) yg Dilanjutkan dengan sosialisasi pada warga yang tinggal di sekitar stadion
          Lebih lanjut Hikmatullah, menjelaskan bahwa sosialisasi yang  di lakukan hari ini mendapat sambutan positif dari warga tersebut sehingga  membuatnya yakin untuk memulai renovasi.  “Warga yang tinggal di sekitar proyek  tidak  keberatan kenyamanannya terganggu akibat kebisingan yang mungkin timbul selama renovasi dilakukan” imbuhnya.
          Menurutnya, pemasangan tiang pancang setinggi 25 meter dan proses pendataan ulang  dilaksanakan pada tahap awal pembangunan yang didanai dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat senilai Rp 25 miliar.  Pemerintah Kota Bekasi mencairkan dana Rp 3 miliar sebagai dana pendamping.
Pembangunan fisiknya akan dimulai tahun 2012 dengan menggunakan bantuan  provinsi sebesar Rp 250 miliar. Sementara dana pendamping dari Pemkot Bekasi masih dianggarkan karena total  dana yang dibutuhkan mencapai Rp 400 miliar.
          Nantinya,  sekeliling lapangan sepakbola  akan dibangun lintasan atletik. Sementara di bagian luarnya di rencanakan didirikan  sarana parkir yang representatif. Diharapkan 2013 pembangunan stadion kebanggan masyarakat Kota Bekasi sudah rampung, papar Himatullah (Bayu Samudra/Dakta)

 
;